Selasa, 10 Maret 2015

My devotion : Perempuan itu harus ........ (part 1)


1.      cantik

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :
cantik 1 /can·tik / a 1 elok; molek (tt wajah, muka perempuan); 2 indah dl bentuk dan buatannya: 
(antara bentuk, rupa, dan lainnya tampak serasi);

Memang kebanyakan orang mengidentikkan kata cantik pada penampilan fisik. Tapi pada dasarnya kecantikan itu relative. Dan bagaimanapun setiap wanita sebenarnya terlahir cantik, tinggal bagaimana mereka menemukan formulasi yang tepat untuk membuat apa yang mereka miliki (antara bentuk, rupa dan lainnya) tampak serasi.

Cantik itu bukan rambut panjang, kaki jenjang, tubuh langsing, kulit putih mulus. Tidak sesederhana itu. Rasanya hantu-hantu yang ada di film-film juga tampilannya kaya gitu, iya kan?

Cantik itu saat kita bisa merawat diri dengan baik, bersih dan berpakaian dengan rapi, benar dan pada tempatnya.
Cantik itu saat kita bisa mengeluarkan semua potensi yang terbaik dari dalam diri kita.
Cantik itu saat kita memberi warna dan pengaruh positif dimanapun kita berada.
Cantik itu saat kita nyambung diajak ngobrol dan berwawasan luas.
Cantik itu saat kita bisa tersenyum dalam kondisi terberat sekalipun.
Cantik itu saat kita tetap tenang, walau dalam badai.

Sayang banget,

Kalo mukanya udah cantik, tapi bau ketek, dekil, pake baju asal-asalan, berantakan, ya gitu deh jadinya ngga cantik.

Sayang juga, kalo mukanya cantik, tapi ga tau pake baju pada waktu dan tempat yang benar. Misalnya ke mall pake baju renang. Hehehe….

Dulu sih aku pikir biasa aja orang ke mall pake celana hot pants (saking hotnya bener-bener udah kaya celana dalem) plus tank top, tapi ya mungkin karena sekarang aku udah emak-emak yang punya anak perempuan, dan dengan mempertimbangkan berbagai alasan yang logis, menurutku sih ga baik perempuan cantik pake baju kaya gitu. Ga bikin kita jadi lebih cantik, ga bikin kita jadi lebih terhormat. Sebaliknya wanita yang seharusnya anggun dan berkelas malah jadi terkesan jadi “perempuan ga baik” padahal sebenernya baik-baik aja.

Nah, yang cantik, mulai belajar untuk pake baju pada tempatnya ya.
Kita bisa tetap terkesan “sexy” walau pake baju yang sopan.
Karena sexy itu datangnya dari dalam. Perempuan yang pintar, baik, menyenangkan dan berpenampilan rapi selalu terlihat “sexy” gitu katanya….

Pastikan kancing baju tertutup dengan rapi sesuai batas yang wajar. Pakai rok dengan ukuran panjang / pendek yang wajar. Belahan roknya juga yang wajar, pokoknya yang wajar aja menurut norma dan standar yang dianut masyarakat pada umumnya.

Kalo mau buka-bukaan mah dirumah aja, dikamar aja, jangan diumbar kemana-mana. Karena itu tidak pernah menambah kecantikanmu sedikitpun.

Tapi kalo kita mengubah cara bicara kita menjadi lembut, positif dan ramah, dijamin deh indeks kecantikan kita akan meningkat drastis.
Yihaaaa….

Sayang banget juga kalo udah cantik, keren tapi B.O.D.O
Aku sih yakin pada dasarnya manusia itu ngga ada yang bodo, walaupun katanya yang cantik itu biasanya bodo. Kenapa ya?
Mungkin karena cantik, mereka jadi males belajar, males berusaha dan cenderung senengnya dandan dan mempercantik diri supaya dapet suami kaya. Hahaha.
Tapi harusnya mereka juga pintar, supaya mereka bisa nemuin gimana cara untuk menaklukan hati si pria tajir. Hahaha…. Jadi tetep aja percuma cantik kalo bodo.
Memang sih ada juga yang bilang, paling menakutkan itu perempuan cantik dan pintar. Kaya cewek-cewek yang ada di film james bond.
Dijamin deh saat kita bisa menunjukkan potensi yang terbaik dari dalam diri kita, kita akan terlihat lebih cantik. Daripada cuman cantik tok, itupun berkat cam360 ato B612, hehehe…

Sayang banget juga kalo udah cantik, tapi tiap diajak ngobrol dongdong.
Ngomong ini ga tau, ngomong itu ga nyambung.
Ditanya ini ga ngerti, ditanya itu ga jelas.
Wanita cantik itu harus enak diajak ngobrol.
Bisa diajak ngobrol dengan topic apapun, dan membuat percakapan menjadi hangat dan menyenangkan.
BIsa diajak diskusi, dan tahu apa yang harus dilakukan.
Ada kalanya hanya untuk menjadi pendengar yang baik,
Ada kalanya berusaha untuk memberi  saran atau alternative solusi,
Ada kalanya hanya memberi kata-kata yang menguatkan atau menghibur.
Perempuan jenis kaya gini pasti cantik banget.

Lebih dalam lagi, cantik itu saat seorang perempuan bisa mengaplikasikan ilmu dan kemampuannya untuk kebaikan umat manusia dan alam semesta.

Cantik adalah kekuatan. Bisa menguatkan orang lain dalam kelemahannya, tetap tersenyum dan bersyukur walau keadaaanya tidak memungkinkan untuk bersyukur, tetap tenang sekalipun rasanya pengen ngamuk-ngamuk, tetap positif dalam segala keadaan, disitulah letak kecantikan yang sejati.

Senin, 09 Maret 2015

My Devotion : Cemburu

Baru sekarang aku mengerti arti cemburu.

Baru sekarang aku sadar bahwa rasa cemburu itu sangat menyiksa dan menyakitkan.

Rasanya tidak terima kalo orang yang paling kau sayangi lebih memperhatikan orang lain, lebih peduli pada orang lain daripada dirimu sendiri.

Rasanya ingin marah, saat orang yang selalu mengatakan hanya mencintaimu, ternyata dia juga mencintai orang lain.

Rasanya ingin mati, saat orang yang sangat kau cintai memilih untuk meninggalkanmu dan pergi berbahagia dengan orang lain.

Tidak terbayang bagaimana sakitnya hati ini kalo diduakan.

Tidak terbayang bagaimana tersiksanya batin ini membayangkan orang yang paling berharga dihidupmu, mengkhianatimu.

Tidak terbayang bagaimana hancurnya saat ditinggalkan oleh orang yang paling kau puja, yang selalu berjanji untuk mencintaimu sampai mati.

Tidak ada lagi harapan, tidak ada lagi kekuatan, tidak ada lagi kehidupan…

Orang bisa mati terbakar cemburu
Orang bisa nekad karena cemburu
Orang bisa ngga waras kalau cemburu

Ya Tuhan, aku baru ngerti INI TOH YANG NAMANYA CEMBURU….

Cemburu itu dasyat dan kekuatannya mampu untuk mendorong seseorang untuk melakukan hal yang paling gila yang mungkin tidak akan terpikir oleh orang normal.

Cemburu itu benar-benar diluar logika.

---------

“For the Lord whose name is jealous, is a jealous God”

Tuhan, aku tahu Engkau Allah yang pencemburu. Entah berapa puluh kali aku baca, aku dengar bahwa Engkau Allah yang pencemburu. Tapi aku tidak sadar seringkali membuatMu cemburu.

Ampuni aku yang terlalu sering mengutamakan hal lain daripada Engkau

Ampuni aku yang terlalu sering mencintai hal lain lebih daripada Engkau

Ampuni aku yang lebih menikmati waktuku dengan hal lain daripada bersamaMu.

Ampuni aku yang terlalu sering melihat hal lain lebih berharga daripada Engkau.

Ampuni aku yang terlalu sering menyakitiMu dengan membuatMu cemburu.

Aku mengabaikan waktu “intim”ku bersamaMu, untuk hal lain yang sia-sia.

Aku mengabaikan panggilanMu,

Aku mengabaikan keinginanMu,

Aku mengabaikan perasaanMu,

Untuk hal lain….

Aku tahu pasti sakit sekali rasanya… aku tahu Tuhan…

Aku minta ampun…

Hatiku hancur membayangkan betapa jahatnya aku telah “menduakan” Tuhan, padahal aku sadar betul Tuhan selalu mengawasi setiap langkahku dan melihat setiap hal yang aku lakukan.

Jiwaku hancur membayangkan betapa nistanya aku telah menyakitiMu dengan segala perbuatanku.
Aku sadar Tuhan, hanya Kau yang paling berharga.

Semua yang ada didunia ini sia-sia, yang akan musnah hanya dengan hembusan nafasMu.

Ampuni aku yang terlalu sombong dan merasa hebat.

Padahal aku lebih kecil daripada debu, sama sekali tidak berarti dihadapanMu.

Betapa bodohnya aku yang tidak bersyukur, telah ditebus dan dinaikkan derajatku menjadi “kekasih”Mu namun aku malah mengkhianatiMu dan menikmati hidup didalam dosa.

Tuhan ampuni aku.
---------
Selah


Betapa baiknya Engkau Tuhan,

Betapa panjang dan lebar dan tinggi dan dalam kasihMu

Betapa dasyatNya kesabaranMu,

Bisa saja dalam sekejap Kau hanguskan aku dalam murkaMu,

Namun Kau berikan aku kesempatan, sekali lagi, dan lagi dan lagi….

Engkau tidak pernah berhenti mencintaiku.
Engkau tidak pernah lelah memahamiku,
Engkau tidak pernah kehabisan cara untuk membawaku kembali kepadaMu.

Selalu ada kesempatan yang baru setiap hari.

Setiap pagi aku membuka mata, disitu Engkau hadir dan menguatkan aku.

Dalam segala ketakutan, Engkau meyakinkan bahwa Engkau ada dan aku tidak akan pernah sendiri.

Dalam segala kekuatiran Engkau meyakinkan bahwa Engkau menjamin hidupku.

Dalam segala kelemahan, Engkau ada memberikan aku kekuatan.

Apa lagi yang aku perlukan Tuhan?
Tidak ada.

Kasih karuniaMu cukup bagiku.

Dan aku menyesal telah mengupayakan segala sesuatu menurut pikiranku sendiri.

Dan aku menyesal telah mengabaikanMu untuk segala sesuatu yang sia-sia.

Tidak ada manusia yang dapat aku andalkan.

Bagaimanapun mereka adalah manusia, yang pasti akan mengecewakan.

Tidak lagi Tuhan Tidak lagi aku mencari mereka,

Tidak lagi aku mengandalkan manusia apalagi diriku sendiri.

Tidak lagi aku membuatMu cemburu.

Hanya Engkau Tuhan dan Raja dan Allah dan Penguasa dan Segalanya dihidupku.

Ampuni aku Tuhan,

Pulihkan aku.

Minggu, 08 Maret 2015

A prayer

Tuhan bantu aku untuk melupakan semua yang telah terjadi dibelakang, membuangnya seperti aku membuang sampah. Menjadikan semua yang dulu aku anggap berharga menjadi sesuatu yang tidak lagi berarti. Mampukan aku untuk melihat segala sesuatunya dengan benar, bahwa hanya Kaulah yang paling berharga didalam hidup ini dan hanya kasih karuaniaMu-lah yang membuat aku hidup sampai dengan detik ini.

Ajar aku untuk bersyukur untuk semua hal baik yang telah kau anugerahkan dalam hidupku. Ajar aku untuk mengerti bahwa pikiranku ini seringkali salah dan hanya Tuhanlah yang benar, Tuhanlah yang tidak pernah salah, dan Tuhanlah yang tidak pernah mengecewakan.

Tuhan, aku minta ampun atas setiap dosa yang telah aku lakukan. Ampuni aku yang merasa diri benar sehingga seringkali mengabaikan firmanMu. Ampuni aku yang terlalu sombong dan merasa diri hebat sehingga aku berani melangkah diluar jalan yang telah Engkau tetapkan. Ampuni aku yang merasa diri kuat, sehingga aku melakukan segala sesuatu hanya berdasarkan keinginan hatiku sendiri.

Ampuni aku atas pikiranku.
Ampuni aku atas kehendakku.
Ampuni aku atas pikiranku.

Aku menyerahkan semuanya dibawah kakiMu.

Segala sesuatu yang selama ini aku andalkan, segala sesuatu yang selama ini aku percaya, segala sesuatu yang selama ini aku yakini, semuanya aku lepaskan dan aku serahkan kepadaMu.

Aku tidak mau lagi hidup berdasarkan perasaan.
Aku tidak mau lagi hidup berdasarkan pikiranku sendiri.
Aku tidak mau lagi hidup berdasarkan kehendakku sendiri.

Aku tahu hidup hanya sekali, dan aku akan mempersembahkan hidupku yang singkat dan hanya sekali ini hanya untuk menyenangkan Tuhan.

Aku menyesal telah menghabiskan begitu banyak waktu dalam hidupku hanya untuk menyenangkan diriku sendiri, hanya untuk memuaskan keinginanku sendiri.

Aku menyesal Tuhan….

Aku menyesal mengutamakan perasaanku dan bertindak berdasarkan perasaanku sendiri.
Aku membenci orang yang jahat kepadaku, aku membenci orang yang menyakitiku, aku membalas kejahatan dengan kejahatan. Aku menyesali kebaikan yang telah aku lakukan kepada orang yang jahat.

Aku sungguh berdosa Tuhan.
Aku mau berubah.

Aku mau belajar untuk selalu mengampuni dan melupakan kesalahan orang lain.
Tidak cukup sampai disitu, ajar aku untuk mengasihi orang yang membenciku dan mendoakan yang terbaik untuk mereka sampai mereka juga boleh merasakan kasihMu yang besar.
Aku ingin setiap kata-kata yang keluar dari mulutku adalah ucapan berkat untuk orang-orang yang ada disekitarku.

Aku menarik semua kata-kata yang kotor dan jahat yang keluar dari mulutku, aku menarik semua sumpah yang telah terucap dari mulutku. Sucikan lidahku, sucikan bibirku, sucikan mulutku.
Aku ingin hanya pujian pengagungan kepadaMulah yang keluar dari mulutku,
Aku ingin hanya doa saja yang mengalir di setiap waktu dari mulutku.
Aku ingin semua orang yang berbicara denganku boleh menerima berkat, penghiburan dan kekutan.
Bukan karena aku, namun karena RohMu yang tinggal didalam hatiku.

Tuhan, sungguh aku membenci diriku yang lama.

Aku ingin dilahirkan kembali menjadi seorang pribadi yang baru, dengan pikiran yang baru, dengan hati yang baru, dengan perasaan dan kehendak yang baru, yang selaras dengan FirmanMu.
Tuhan, bantu aku untuk memaafkan diriku sendiri dan berusaha bangkit untuk menjalani kehidupan yang baru bersamaMu.

Ajar aku untuk taat dan setia sekalipun jalan yang harus aku lalui tidaklah mudah.
Ajar aku untuk melepaskan pengampunan setiap hari.
Ajar aku untuk tetap kuat dan biarlah Engkau yang menjadi kekuatan dalam segala kelemahanku.
Aku tahu tidak ada yang dapat aku lakukan untuk menebus semua dosaku dan menggantikan semua waktu yang hilang yang telah aku buang sia-sia.

Namun aku berjanji untuk berubah.

Aku berjanji untuk kembali kepada panggilanMu, dan berjalan didalam rencanaMu.
Tidak ada lagi kompromi untuk pikiran dan perasaanku sendiri.

Aku akan berusaha yang terbaik untuk melakukan segala sesuatu berdasarkan FirmanMu.
Aku tahu aku telah mengecewakanMu selama ini, dan aku berjanji untuk tidak melakukannya lagi.

Ini aku Bapa….
Peluk aku dan jangan pernah biarkan aku pergi lagi.



Kamis, 20 November 2014

My Devotion : Let's take the risks and be happy!


Resiko adalah bagian dari kehidupan. Without taking risks, you cannot truly live… you merely exist. Dulu saya pikir, orang yang bahagia adalah orang yang bebas dari resiko. Emang sih saat kita terbebas dari resiko atau hal terburuk yang mungkin terjadi pasti rasanya bahagia banget. Simple aja, misalnya nyetir dengan indicator bensin yang udah kuning tinggal satu strip dan ga bawa duit untuk beli bensin, resikonya saya akan kehabisan bensin ditengah jalan, mogok dan saya harus cari cara ngehubungin seseorang  yang entah bakal ada ato ngga untuk menolong saya beli bensin ke pom pensin terdekat pake botol air mineral atau plastik. Hahaha... dan so far saya selalu terbebas dari resiko itu, bisa pulang pergi nyampe rumah dan mengalihkan resiko itu kepada pengguna mobil berikutnya. (keliatan banget sih pelitnya... wkwkwkkk) Tapi ternyata setelah saya pikir lagi, orang yang bahagia itu bukanlah orang yang bebas dari resiko.
Sekali lagi, resiko adalah bagian dari kehidupan. Bagaimanapun kita menilai kehidupan kita, bahagia atau tidak, semua ada resikonya.
Berdasarkan perenungan saya hari ini, ada banyak resiko yang akan kita hadapi sehari-hari. Berikut adalah beberapa di antaranya, dilihat dari kacamata saya sebagai orang yang menilai kehidupan penuh dengan kebahagiaan J :
1.       Resiko untuk disakiti oleh orang lain
Semakin kita bertambah dewasa, kita akan semakin menyadari ada banyak hal didunia ini yang dapat mengecewakan kita. Pasti, setiap manusia pernah merasakan yang namanya sakit hati. Sebaliknya, mungkin kita juga pernah tanpa sengaja menyakiti hati orang lain. Mungkin ada kata-kata kita yang menyinggung perasaan orang lain. Mungkin sikap, mungkin sifat, mungkin kebiasaan, banyak kemungkinan yang bisa mengecewakan. Semakin penting dan berartinya orang itu dalam hidup kita maka semakin dalam rasa sakit saat dikecewakan. Tapi apa lantas kita mau mengakhiri sebuah hubungan dan berpisah dengan seseorang yang sangat berarti, yang kita tidak bisa hidup tanpa dia, hanya untuk sebuah rasa sakit? Think twice!
Setiap manusia yang diberikan anugerah untuk mencintai, pasti akan pernah dilukai oleh orang yang sama dengan yang dicintai. Itulah resikonya , but that’s a risk that’s well worth the reward. Asal direspon dengan baik, hasil akhirnya adalah sebuah kehidupan yang penuh cinta dan kejujuran.
Jadi, berbahagialah, tertawalah sepuasnya, dan cintailah sedalam-dalamnya seolah-olah kita tidak pernah disakiti. Jangan pernah takut untuk dilukai, jangan pernah takut bahwa sebuah hubungan akan berakhir pahit. Hidup ini terlalu singkat untuk dibiarkan berlalu begitu saja tanpa cinta dan segala resikonya. Open your heart and mind and live it to the fullest!
2.      Resiko untuk tidak disukai oleh orang lain
Kita tidak bisa memaksa semua orang menyukai kita. You are a piece of art. Kita ini special, unik dan berbeda. Tidak semua orang akan menilai kita cantik, tidak semua orang suka dengan gaya atau penampilan kita. Yang terpenting bukanlah apa kata orang, tapi apa kata diri kita sendiri tentang diri kita, apakah kita bisa menghargai dan menerima diri kita dan apa kata orang yang benar-benar peduli dan mencintai kita dengan tulus. Stop untuk berusaha menjadi pribadi yang selalu menyenangkan orang lain, karena pada akhirnya kita hanya sedang menyakiti diri sendiri.
Harga diri kita tidak berkurang hanya karena penilaian orang lain terhadap kita. Itu hanya ketidakmampuan mereka untuk menilai kita dengan benar. Pada akhirnya kita akan tahu, siapa yang benar-benar tulus mencintai kita. Mereka adalah orang-orang yang bisa menerima kita, menghormati kita dengan apa adanya kita, and no matter what, they stand by your side. Surround yourself with these people!!!

3.      Resiko untuk tidak memiliki sesuatu, dan selalu menghargai apa yang dimiliki.
Pasti ada hal yang tidak kita miliki. Kita tidak bisa memiliki segalanya yang ada didunia ini. Apa yang tidak kita miliki itu mungkin sesuatu yang kita pikir luar biasa, keren atau bahkan yang sedang happening saat ini. Tapi ya sudah, let it go, dan bersyukurlah atas apa yang kita miliki saat ini. Kita harus menerima ada hal-hal yang mungkin belum bisa kita miliki atau bahkan tidak akan pernah menjadi milik kita, dan belajar untuk menghargai hal-hal yang kita miliki, hanya kita yang memiliki.
Apa yang mungkin kita anggap remeh, bisa saja ternyata itu adalah sesuatu yang sangat diidam-idamkan oelh orang lain. Kebahagiaan tidak pernah datang kepada orang yang tidak bersyukur dan tidak menghargai apa yang telah mereka miliki. Don’t wait until what you HAVE becomes what you HAD. Renungkanlah dan bersyukurlah.

4.      Resiko untuk menolong orang lain tanpa diminta.
Sebagai seorang yang bahagia, hal ini resiko yang tidak bisa dihindari yaitu menolong orang lain. Karena tujuan hidup kita bukan hanya untuk bahagia tapi juga menjadi berguna, honorable, and to have it make some difference that you have lived and lived well.
Kebahagiaan tidak akan datang melalui keegoisan, melainkan pada saat kita tidak lagi mementingkan diri sendiri. Apa yang kita tabur akan kita tuai. Berikanlah senyuman terbaik, Encourage orang-orang yang ada disekitar kita, berikan mereka pujian, hibur mereka dan bantu mereka untuk tersenyum. The more happiness you help others find in life, the more happiness you will find.

5.       Resiko untuk bertanggungjawab penuh atas kebahagiaan diri sendiri
Bahagia atau tidak adalah pilihan kita sendiri. Menunggu orang lain untuk membuat kita bahagia adalah cara terbaik untuk membuat hidup kita tidak bahagia. Jadi berhentilah menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi dalam hidup kita. Menyalahkan orang lain atau keadaan hanyalah sebuah alasan yang dibuat-buat, dan alasan yang dibuat-buat adalah langkah menuju kegagalan dan penderitaan. Saya adalah saya, dan saya bertanggung jawab atas semua keputusan saya. Make a good one right now that your future self will thank you for.

6.      Resiko untuk di proses agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Jangan kuatir atas setiap hal-hal yang mungkin tidak menyenangkan dalam kehidupan ini, karena bisa jadi itu adalah sebuah proses untuk membentuk kita agar menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih kuat. Jangan pernah lari dari kenyataan. Berjuanglah dan jadilah kuat.

7.       Resiko untuk mengalami kegagalan
Jangan pernah takut gagal. Tanpa kegagalan kita tidak mungkin tahu jalan menuju keberhasilan.  Beberapa pengalaman hidup terbaik dan berbagai kesempatan akan datang saat kita berani untuk menghadapi kemungkinan gagal. Jangan pernah menyerah apapun yang terjadi. Karena hidup selalu menawarkan kesempatan yang baru, yaitu hari esok.
Let’s take the risks and be happy!

J

Senin, 27 Oktober 2014

My Devotion : Apa sih yang kamu cari?

Apa sih yang kamu cari?

Masa depan?

Kamu punya Tuhan pencipta alam semesta, Dia yang menjadikan segalaNya dan Dia yang mampu menyediakan masa depan yang terbaik buat kamu. Salah besar kalau kamu menggantungkan harapanmu kepada manusia, siapapun itu.

Cinta?

Manusia akan selalu mengecewakan. Tidak ada cinta yang abadi di dunia ini. Sudah kodratnya kasih itu semakin lama akan semakin dingin. Kamu pikir tidak ada cinta seperti yang kamu rasakan seperti saat ini, tapi percayalah ada jutaan orang yang mengalami hal yang sama dan kenyataannya waktu akan membunuh rasa itu. Hanya ada satu cinta yang abadi, Cinta Tuhan kepada umatNya. Cintailah Dia dengan segenap hatiMu, Dia tidak akan pernah mengecewakan.

Kebahagiaan?

Semua yang ada didunia ini semu. Apapun bentuknya kebahagiaan itu, semuanya semu. Akan selalu ada bagian yang kosong didalam hatimu yang tidak akan bisa diisi oleh siapapun selain Dia yang menciptakanmu. Dialah sumber kebahagiaan, kebahagiaan yang sejati yang tidak akan pernah kamu temukan ditempat lain dan tidak ada yang dapat mengambilnya dari hatimu.

Rasa aman?

Selalu ada ancaman didunia ini. Selalu ada keadaan yang membuat kita takut. Tapi apakah yang harus kita takutkan kalau Sang Maha Besar ada bersama kita. Dia yang akan selalu menjaga kita dan melindungi kita. Dialah perlindungan yang teguh. Penjagaannya sempurna didalam hidupmu, tanganNya yang kokoh akan menjagamu dari apapun. Kamu aman didalam pelukanNya.

Kepastian?

Apa sih yang pasti didunia ini selain ketidakpastian itu sendiri. Kamu tidak bisa memastikan apakah sesorang sungguh-sungguh mencintaimu, apakah seseorang sungguh-sungguh akan menepati janjinya, apakah seseorang sungguh-sungguh akan memberi kepastian. Manusia bisa berubah, sekalipun dia berjanji untuk tidak berubah. Tidak ada yang pasti didunia ini, yang pasti bukan berasal dari dunia ini. Hanya Dialah yang pasti setia pada janjiNya. Hanya Dialah yang pasti tidak akan berubah, hanya Dialah yang dapat memberi kepastian. Kamu tidak perlu ragu.

Penerimaan?

Bagaimanapun dunia ini tidak pernah adil. Mereka hanya menerima apa yang memberikan keuntungan. Semua hal yang baik akan diterima, namun sekali kamu mengecewakan mereka, mereka akan pergi membuangmu. Percayalah, hanya Tuhan yang tidak pernah meninggalkanmu. Sekalipun kamu seringkali mengecewakanNya dan meninggalkanNya, namun Dia tetap setia menunggumu kembali. Sebesar apapun kesalahanmu, Dia selalu membuka tanganNya lebar untuk menerimamu kembali, asal kamu sungguh-sungguh ingin kembali. Kamu tidak perlu mencari penerimaan ditempat lain, kamu diterima seutuhnya oleh Bapa. Dia menghargai keberadaanMu, Dia memandangmu sebagai pribadi yang berharga.

Apalagi yang kamu cari didunia ini?

Tidak ada yang berarti di dunia ini.

Hanya dirimu yang berarti bagi dirimu sendiri. Hargailah dirimu dan berbahagialah....

Hanya Tuhan yang tahu betapa berharganya diriMu. Sembahlah Tuhan dan berbahagialah...


“Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Selasa, 21 Oktober 2014

Fiction : I wont give up


"Aku tidak akan pernah menyerah, sesulit apapun keadaannya. Sekalipun langit runtuh dan bumi hancur aku akan tetap berjuang. Memperjuangkan apa yang sudah aku mulai. Memperjuangkan pilihan yang telah aku buat." 

Kita tahu, kita ada disini untuk sebuah alasan.
Sebuah tujuan yang telah kita sepakati untuk kita raih bersama.
Sebuah harapan tentang masa depan.
Sebuah mimpi yang akan kita wujudkan.
Sebuah cinta yang mengikat kita.

Ditepian pantai ini kita berdiri memandang ke kejauhan, sebuah lautan yang seolah tanpa batas. Selalu kita bilang, begitulah kira-kira cinta yang kita miliki. Tanpa kita sadar, bahwa sebenarnya ada batas diujung sana. Namun tetap aku berharap agar kita tidak pernah menemukan batasnya.

Gelombang datang bergantian, semakin besar dan semakin besar menghempas ke daratan. Kita hanya mampu bertahan dibalik batu karang, atau memandang dari kejauhan. Tak selamanya lautan ini indah. Saat badai datang, gemuruhnya begitu mencekam. Sirna sudah harapan akan langit biru dan kehangatannya, hilang semua ingatan tentang kedamaian dan irama ombak yang menenangkan hati. Yang ada hanya perasaan takut dan kuatir tentang apa yang akan terjadi.

Mengapa jadi begini? Bukankah kita mencintai tempat ini? Bukankah ini tempat yang selalu kita sebut penuh kedamaian? Mengapa keadaanya berubah? Dimana matahari yang sinarnya mampu membawa keceriaan? Dimana awan-awan biru yang berarak membawa ketenangan? Dimana angin sepoi-sepoi yang membawa kesejukan? Dimana kita yang selalu bahagia?

Lantas apa menurutmu aku harus menyerah dengan keadaan ini? Tidak sayang. Aku tidak akan pernah menyerah. Aku tahu tempat ini indah dan aku akan berjuang membuatnya kembali indah. Aku tahu kamu mulai menyerah. Tapi aku tidak akan pernah, karena aku sudah memulainya dan aku akan memperjuangkan segala sesuatu yang telah aku mulai.

Apa menurutmu ini takdir alam? Tidak sayang. Aku percaya alam telah mempertemukan kita dengan ikatan cinta. Aku akan terus menunggu sampai takdir itu kembali kepadaku. Sekalipun kamu pergi meninggalkanku, aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku akan tetap setia menunggu takdir disini dan menunggumu kembali bersamaku. Karena tempat ini akan indah hanya bila ada aku dan kamu. Apalah artinya langit biru tanpa kehadiranmu.

Aku tahu sayang, kamu mungkin lelah dengan keadaan ini. Tapi aku tidak akan lelah untuk menguatkanmu dan meyakinkanmu, bahwa badai ini pasti berlalu. Aku yakin matahari akan bersinar lagi dan kita akan bahagia. Selama kita bersama, harapan itu pasti masih ada. Pelangi akan membentangkan busurnya diatas kita, dan meyakinkan tentang mimpi dan takdir kita.

Untuk apapun yang akan terjadi aku tidak akan menyerah. Apalagi untuk kita. Kita sudah berjalan sejauh ini, melewati lembah yang kelam, bukit yang terjal. Begitu banyak cerita, derai tawa dan air mata, aku tidak mungkin menyerah begitu saja. Tuhan tahu aku mampu. Tuhan tahu kita mampu. Kita hanya perlu sedikit bersabar dan tidak berhenti berjuang. Kita hanya perlu untuk saling menguatkan dan percaya. kamu hanya perlu percaya bahwa aku akan selalu setia bersamamu.
Dengar sayang, apapun yang terjadi aku tidak akan pernah menyerah.

Aku akan selalu disini untuk menantimu kembali.

Aku akan selalu mencintaimu,
Aku akan selalu menyayangimu,
Tidak ada alasan untuk aku pergi meninggalkanmu,
Dan aku yakin kamu tidak akan mampu meninggalkanku, karena kamu tercipta hanya untuk aku.


***

"I Won't Give Up"


When I look into your eyes
It's like watching the night sky
Or a beautiful sunrise
Well, there's so much they hold
And just like them old stars
I see that you've come so far
To be right where you are
How old is your soul?

Well, I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up

And when you're needing your space
To do some navigating
I'll be here patiently waiting
To see what you find

'Cause even the stars they burn
Some even fall to the earth
We've got a lot to learn
God knows we're worth it
No, I won't give up

I don't wanna be someone who walks away so easily
I'm here to stay and make the difference that I can make
Our differences they do a lot to teach us how to use
The tools and gifts we got, yeah, we got a lot at stake
And in the end, you're still my friend at least we did intend
For us to work we didn't break, we didn't burn
We had to learn how to bend without the world caving in
I had to learn what I've got, and what I'm not, and who I am

I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up, still looking up.

Well, I won't give up on us (no I'm not giving up)
God knows I'm tough enough (I am tough, I am loved)
We've got a lot to learn (we're alive, we are loved)
God knows we're worth it (and we're worth it)

I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up








  

Senin, 20 Oktober 2014

My Devotion : a Feeling of a lost child (modified)

Hidup itu untuk apa?

Menjadi remaja, menjadi dewasa, bekerja, berkarir, menikah, punya anak, lalu....? menjalani kehidupan sambil menunggu ajal menjemput....?

Lalu hidup itu untuk apa?

Aku tidak terlahir menjadi seorang Einstein dengan penemuan-penemuan spektakuler yang berguna bagi kehidupan manusia.

Aku tidak terlahir menjadi seorang Mother Theresa, yang rela untuk meninggalkan semuanya dan mengabdikan hidupnya untuk kemanusiaan.

Aku tidak terlahir menjadi seorang presiden atau anak presiden atau menantu presiden yang memiliki kekuasaan untuk melakukan sesuatu yang dapat berdampak besar bagi orang lain.

Aku tidak terlahir menjadi seseorang yang cukup hebat, dan aku terus bertanya hidup ini untuk apa?
Aku memang tidak tahu hidup ini untuk apa, aku bingung mengapa Tuhan menciptakan aku didunia ini. Aku tidak mengerti akan tujuan hidupku, yang aku tahu aku harus melakukan sesuatu yang baik. Yang bisa membuat orang tuaku, suamiku, anak-anakku, keluargaku, sahabatku, orang-orang yang aku sayangi terlebih lagi Tuhanku bangga pada diriku.

Lantas mengapa sekarang aku menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak berguna?

Lantas mengapa sekarang aku malah sibuk melakukan segala sesuatu yang tidak membuatku bahagia?

Lantas mengapa aku lelah memikirkan hal-hal yang sia-sia?

Lantas mengapa aku masih melakukan yang tidak baik, yang tidak membuat orang-orang yang aku sayangi bangga?

Jadi untuk apa aku hidup?

Mengapa perasaan ini sering muncul akhir-akhir ini? Dilanjutkan dengan sebuah keinginan untuk tidak hidup dan tidak pernah ada. AKU BENAR-BENAR TIDAK BAHAGIA.

*********


Ah Tuhan, aku sadar, aku mengerti, aku sudah terlalu jauh lari dari padamu. Entah dimana aku berada saat ini. Aku mengejar apa yang aku inginkan dan menjauh dari rencanaMu, padahal aku sudah berjanji untuk selalu ikut dalam rencanaMu. Tanpa aku sadari aku pergi tanpa aku tahu kemana aku akan pergi. Aku menjauhi anugerah dan aku semakin kehilangan arah.

Ah Tuhan, seandainya aku tidak pergi, mungkin aku sedang bahagia menikmati kebaikanMu yang selalu melimpah untukku. Mungkin aku tidak perlu merasa tersiksa untuk mencari sebuah kebahagiaan. Mungkin aku tidak perlu hidup dalam ketakutan dan kekuatiran. Mungkin aku tidak perlu mengalami kesusahan ini. Mungkin aku tidak berubah menjadi aku yang sekarang ini.

Ah Tuhan, aku ingin pulang, tapi aku tidak tahu jalan untuk pulang, dan aku malu untuk pulang. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi saat aku pulang. Aku tahu Engkau maha kasih dan Engkau akan menerimaku kembali, tapi aku tidak tahu apakah aku mampu untuk menghadapMu dan memohon untuk Engkau menerimaku kembali.

Ah Tuhan, hanya Engkau yang tahu dimana aku berada saat ini. Saat tidak seorangpun tahu keberadaanku, aku yakin Engkau tahu. Saat tidak seorangpun peduli keadaanku, aku yakin Engkau peduli. Saat tidak seorangpun mengerti alasanku, aku yakin Engkau mengerti. Hanya Engkau yang aku harapkan saat ini, karena aku tersesat dan tidak tahu harus kemana.

Ah Tuhan, aku tahu hidup ini terlalu singkat untuk aku sia-siakan. Sekalipun aku terlahir sebagai manusia biasa, tapi saat aku bersamaMu aku pasti mampu untuk melakukan suatu hal yang besar. Aku pasti mampu melalui jalan kelam ini dan kembali kepadaMu. Aku menyerah Tuhan, aku tidak mampu menjauh dari kasih karuniaMu. Kemanapun aku pergi, Engkau tahu dan hanya Engkau yang aku perlukan. Tolong aku Tuhan, aku ingin pulang dan kembali menggenapi rencanaMu.

Aku ingin pulang.