Selasa, 05 September 2017

Fiction : Selamat jalan cinta terakhirku

Image result for goodbye love



Hari itu kita bertemu dalam ruang dan waktu.
Tanpa cinta dan cerita, hanya sebuah pertemuan yang memperkenalkan tentang siapa kita.
Waktu bergulir didalam ruang dan membawakan cinta kedalam relung hati kita.
Kisah kitapun dimulai, sejak hari pertama kita bertemu.

Belum pernah aku merasakan seperti ini.
Detak jantung berdegup kencang setiap kali ada didekatmu.
Mungkin rasa ini yang dicari orang, indah rasanya jatuh cinta.
Selalu ingin ada didekatmu, selalu ingin mendengar suaramu.
Ah terlalu panjang tulisan ini untuk menceritakan tentang kamu dan indahnya perasaanku saat itu.
Makhluk dengan hati terindah yang pernah kukenal.

Apa jadinya ya kalau kita tidak pernah bertemu?
Aku tidak akan menjadi seperti sekarang pastinya.
Kamu yang mengajarkanku segalanya.
Tentang manis dan pahit.
Tentang menang dan kalah.
Bahkan tentang hidup dan mati.
Kamu yang mengajarkanku segalanya.

Dulu aku pernah berjanji pada semesta untuk menghabiskan sisa hidupku denganmu.
Dulu aku pernah berjanji pada semesta untuk mencintaimu selamanya.
Entahlah, apakah semesta ini sempat mencatatnya.
Sebuah sumpah yang terucap atas nama cinta.
Oleh manusia yang sedang dimabuk asmara.

Musim kian berganti, demikian juga hati.
Dongeng Cinderella yang dulu terdengar sempurna kini hanya menjadi sebuah cerita bohong.
Kisah kita sudah tidak menarik lagi.
Janji hanyalah janji, bak sebuah kalimat tak bernyawa.
Gelembung yang menekan dada dan membuat bahagia itu sudah hilang.
Sesak bahagia sudah berganti sesak duka.
Dan itupun sudah berganti lagi menjadi kosong.
Kosong karena sudah tidak ada apa-apa lagi disana.

Satu per satu kenangan tentangmu tersimpan rapi didalam memori.
Masih ada disini, tidak mungkin bisa hilang.
Hanya saja aku belajar darimu tentang cara agar tidak terus menerus mengingatnya.
Dengan cara menumpuknya dengan memori-memori baru.
Ya, aku mencoba menambahkan hal-hal baru didalam memoriku.
Memori baru tanpa kamu.
Memasukkan hal-hal baru kedalam pikiranku sehingga kamu tersimpan dimemori yang paling bawah.
Semakin bawah sampai aku tidak lagi sadar kamu masih ada disana.

Tidak mudah memang,
Kenangan tentangmu terlalu kuat.
Banyak hal yang membuatku selalu teringat tentangmu.
Tanpa aku sadar, kamu ada dalam semua anganku.
Kamu adalah khayalan yang selalu kusemogakan.
Aku ingin bersamamu sampai nafas terakhirku.
Mendampingimu dalam segala keadaan.
Saling menggenggam sampai rambut kita memutih.

Ah tidak, itu dulu. Tidak lagi sekarang.
Hanya Tuhan sang pembolak-balik hati.
Keinginan itu hanya sampai disini saja.
Banyak hal yang terjadi yang tak mampu aku ceritakan.
Saat ketulusanku ternyata hanya dibayar sebuah pengkhianatan.
Ketika cintaku ternyata hanya dibalas kepura-puraan.
Aku, tidak diinginkan sebagaimana diriku.
Aku, tidak disayangi sebagaimana yang aku pikirkan.

Berat kaki ini melangkah untuk pergi.
Tapi kulihat kamu sudah jauh meninggalkanku.
Lantas untuk apa aku menunggumu disini.
Iya, aku pun memutuskan untuk pergi.
Pergi dalam luka dan duka.
Kalau kamu bisa, kenapa aku harus memaksa.
Waktu jugalah yang akan menyembuhkannya.

Belum lama,
Tiba-tiba kamu datang dan memunculkan semua memori itu.
Aku bisa apa selain menahan sesak karena merindukanmu?
Rindu yang berusaha aku hempaskan.
Menahan diri untuk tidak berhenti dan terus berjalan.
Sesekali aku menoleh, berusaha menatapmu.
Tapi hati ini berkata untuk terus melangkah dan menatap kedepan.
Roda kehidupanku masih berputar.
Dan aku tidak akan mengijinkan siapapun untuk menghentikannya, lagi.
Siapapun....
Sekalipun itu kamu.

Selamat jalan kisah terbaikku.
Semoga kamu bahagia dengan pilihan hidupmu.

Selamat jalan cinta terakhirku
Cinta ini sudah kuhabiskan semua untuk kamu, tidak tersisa sedikitpun untuk siapapun.

Semoga kamu bisa mengingatnya selamanya, walau itu hanya akan tersimpan didalam hatimu.

 :)

Rabu, 02 Agustus 2017

Hidup yang bermanfaat



Liat mantan balikan sama mantannya lagi itu uwow banget ya....!!!

Tapi ngaca liat muka diri sendiri yang ga move on dari mantan itu lebih uwow lagi....
Hahaha....

Daripada bahas per mantan-an, berhubung ga punya mantan (Uuuuh so sad...) mendingan kita bahas hal lain yang buat gue sih lebih uwow... :D

Yes, mungkin gue yang salah. Naon sih ujug-ujug gue yang salah. hahaha.... Ya maksudnya biar dramatis kaya pelem2 FTV gitu. Btw FTV masih ada ga sih? Jadi inget dulu jaman masih punya TV, suka nonton-nonton FTV yang ceritanya pasti tentang cinta-cintaan antara si kaya dan si miskin. Entah si anak kaya sama tukang bakso lah, sama satpamlah, ato ngga majikan sama pembantunyalah, pokoknya seputeran itu aja. Malesin bangetlah pokoknya, tapi kenapa gue tonton ya??? dan ngapain gue bahas juga??? malesin banget ya hahaha....

Nah balik lagi ke cerita yang lebih uwow itu. 

Ga jelas juga sih uwow apanya cuma saya sedang belajar sesuatu di sekolah kehidupan. Sesuatu yang mungkin biasa aja untuk kebanyakan orang, tapi buat saya ini adalah sebuah pelajaran yang sangat berharga. 

Dua minggu kemarin saya mengalami masa-masa kelabu kaya warna salah satu balon di lagu balonku ada lima. Hahaha... Galau untuk menentukan langkah, kemana harus berjalan. Diusia saya yang sudah tidak terbilang muda (sok tua) saya harus ekstra hati-hati menetapkan langkah. Meskipun kesempatan bisa datang berkali-kali namun waktu tidak dapat kembali.

Kadang kesempatan yang datang dihadapan kita malah membuat kita bingung apakah ini waktu yang tepat untuk menentukan sebuah pilihan. Kalo dibilang apakah kesempatan yang datang ini adalah sebuah "ujian", saya ga ngerti juga ini ujian apa. Kalaupun ujian, saya merasa sudah lulus dengan baik. Kalo beberapa bulan yang lalu ngehits istilah "mohon bersabar ini ujian!" nah saya kurang sabar gimana lagi berbulan-bulan digantung tanpa kejelasan. (halah!) Setidaknya (setelah banyak bersabar) pada akhirnya saya menyimpulkan apapun keputusannya, Tuhan pasti akan menyertai apa yang akan saya kerjakan. Toh kita bekerja dengan sebaik-baiknya dan menjadikan pekerjaan sebagai salah satu sarana ibadah melalui apa yang kita kerjakan. (cie gaya...).

Memang sih didalam setiap pekerjaan pasti tidak semua berjalan mulus dan manis. Dimanapun kita pasti akan bertemu dengan keadaan-keadaan dan orang-orang yang tidak menyenangkan. Keadaan yang sulit biasanya berhubungan dengan orang yang "sulit". Sulit bekerjasama, Sulit diajak komunikasi, sulit mengerti, sulit dipahami, sulit pokoknya dan disini saya akan menyebut orang tersebut sebagai si "sulit".

Siapapun si sulit itu sebenarnya diperlukan dalam setiap organisasi. Sisulit inilah yang akan mendewasakan kita. Karena bagaimanapun dalam proses kehidupan, masing-masing orang akan bergesekan satu dengan yang lainnya dan disitulah proses pendewasaan berlangsung. Bukan soal menang atau kalah, tapi pembentukan karakter dan berubah menjadi lebih baik. Bisakah pada akhirnya kita bekerjasama dengan si sulit, bisakah kita menerima kekurangan si sulit, bisakah kita mendukung di sulit, bisakah kita mengalahkan ego kita sendiri dan setelah proses ini berlangsung kita terbentuk menjadi pribadi yang semakin bijaksana. (kok saya baca si sulit jadi selulit ya?).

Hidup itu tidak berbicara tentang berapa banyak piala yang sudah kita hasilkan, melainkan seberapa banyak kita memberi manfaat buat orang lain. Buat saya yang super ambisius, sangat sulit dalam proses untuk menerima tentang hal ini. Buat saya, "piala" itu penting. Saya achiever sejati yang akan mengejar terus apa yang menjadi impian saya, dan saya harus mendapatkan. Saya lupa akan esensi bermanfaat bagi orang lain dan fokus kepada pencapaian yang saya dapat. Seringkali saya melontarkan ide dan saya melihat ide tersebut dipakai dan bermanfaat buat orang lain atau organisasi. Tanpa sadar saya menunggu "reward" atas sesuatu yang saya anggap sebagai "prestasi". Saya menganggap bahwa semua ide yang saya lontarkan otomatis berlabel "punya saya" sehingga saat ide tersebut di klaim oleh orang lain saya merasa kecewa. Padahal apalah artinya sebuah pengakuan dibandingkan manfaat yang dihasilkan dari ide tersebut.

Not easy, tapi saya belajar.


"Bukan berapa banyak penghargaan yang sudah kita dapatkan, tapi berapa banyak manfaat yang sudah kita berikan untuk orang-orang sekitar kita." FF

Senin, 12 Juni 2017

Fiction : Hai sepi!

Hai sepi!
Apa kabarmu hari ini?
Sudah lama sejak terakhir aku menemuimu, saat kita masih senada.
Sekian lama kita memaksa bersama tanpa seirama, dan pada akhirnya kita menyerah.
Berkali-kali masih ada wajahmu didalam mimpiku, rindu, iya aku rindu, rindu pada seseorang yang selalu menginginkanku. Tatapannya yang hangat, pelukannya yang membuatku nyaman, genggamannya yang membuatku yakin bahwa cinta sejati itu masih ada. Iya aku rindu, tapi tidak mampu untuk mengucapkannya.

Kemarin aku datang, ingin menemuimu dan mencoba menyampaikan kerinduan tanpa kata. Tapi ah, memang bukan takdirku. Entah dia dimana.

Persis saat matahari ada diatas kepala, aku tiba berdiri ditempat kita biasa bertemu. Terik tak membuatku bergeming. Aku menunggu balasan pesan darimu didepan bangunan hitam itu. Ingin rasaya masuk dan bertanya apa kau ada disana? Namun aku masih tidak cukup berani untuk itu, sampai waktu yang memaksaku untuk masuk dan aku menemukanmu tidak ada disana. Ya entah dimana kamu berada.

Keadaan tidak pernah menyurutkan niatku untuk bertahan, tapi keberadaanmu yang memaksaku untuk pergi. Sesulit apapun aku berusaha untuk tegar, namun saat mengetahui kau tak ada, kakiku tak lagi mampu untuk berdiri. Aku harus pergi sekalipun airmata terus mengalir tanpa henti, karena pergi adalah yang terbaik. Memahami bahwa kamu bukan lagi untukku, dan menerima tahun-tahun yang berlalu sebagai pembelajaran untuk menjadi manusia yang lebih baik. Aku harus pergi, karena aku menyadari KAMU SUDAH TIDAK ADA.

Entah sejak kapan kamu pergi. Ragamu disini tapi tidak dengan hatimu. Tidak ada lagi obrolan seru diantara kita, tidak ada lagi tawa canda diantara kita, tidak ada lagi cinta dihatimu untukku. Memaksamu untuk tetap bersamaku adalah kebodohan yang akan membunuh diriku sendiri. Berpisah denganmu adalah mimpi buruk dalam hidupku, namun selalu mencari dan mendapatkanmu tidak ada adalah menghancurkanku. 

Sekarang semua sudah lebih baik, ya aku harap begitu. Sesekali aku mengintip potret kenangan masa lalu, dan berusaha tersenyum setiap kali melihat wajahmu. Bayangan tentangmu masih tajam dalam ingatan, dan sampai kapanpun akan selalu ada disana. Masih ada rindu yang kian hari kian menebal, dan ada banyak cerita yang tersimpan untuk aku sampaikan kelak bila takdir mempertemukan kita.

Ah sepi, maaf aku membukamu lagi dan sekarang harus kusimpan lagi ditempat yang lebih sunyi. Semoga kamu mau mengingatku dalam doamu.

Jumat, 13 Januari 2017

Jangan pura-pura bahagia.

Bahagianya hidup tidak dinilai dari postingan foto sesorang di sosial media. Berkaca dari kasusnya om bupati katingan, yang istrinya (yang juga adalah seorang pejabat dprd - kalo ga salah) suka ngepost foto-foto mesra dan (tampak) bahagia, ternyata si pak bupati lebih memilih untuk mesra dengan mbak Farida yang cuma pns.

Kalo urusan fisik sih saya ga berani komen, itu mah relatif tergantung selera. Hampir semua orang suka nasi padang, tapi kenyataannya saya kurang suka nasi padang. Hal itu berbicara soal selera, dan selera orang itu beda-beda.

Sebenernya yang mau saya bahas bukan soal si bupati nya. Tapi tentang sosmed yang banyak dipake untuk pencitraan. Kenyataan belom tentu seperti apa yang kelihatan. Ah tapi apa urusannya sih kita sama hidup orang. Sosmed itu bikin kita jadi manusia kepo. Gak heran akun-akun gosip macam lambe turah lagi ngehits banget akhir-akhir ini.

Semua orang hobi berlomba-lomba menampilkan kebahagiaannya. Tidak lupa dengan hashtag "jangan lupa bahagia". Lucu kalo dipikir-pikir. Orang kalo lagi bahagia ya ga akan lupa lah cara bahagia, tapi kalo lagi susah trus disuruh bahagia? Becanda lo?
Tapi ya begitulah, quotes aneh kaya gitu laris manis banget didunia maya.

Saya sendiri sudah tidak aktif menggunakan per-sosmed-an. Pada kenyataannya, hal-hal itu malah menghabiskan waktu kita sia-sia. Bayangkan berapa banyak waktu terbuang sia-sia hanya untuk melihat kehidupan orang lain. Masih mending kalo kenal, lah ini nongkrongin timeline artis ato selebgram yang ga jelas dan cuma menjual "hedonisme".

Orang-orang berlomba-lomba bahagia untuk di post di laman facebook atau instagramnya. Tiba-tiba acara reunian merebak dimana-mana. Ibu-ibu kurang kerjaan tiba-tiba menjelma jadi sosialita. Jalan selangkah cekrek, goyang dikit cekrek. Ada musibah dijalan raya aja bukannya ditolong malah cekrek-cekrek. Ampunnnn.... Orang-orang rela menghabiskan uang banyak makan di café-café hits kekinian supaya dapet foto keren buat dipamerin di sosmed ato malah lebih gila lagi ada juga orang yang sibuk pamer barang-barang mewah di Instagram padahal bukan barang miliknya sendiri. Kacau bener dunia...

Btw saya juga pernah sih mengalami fase alay-alay gitu. Malu juga kalo diinget-inget. Hobby banget yang namanya selfie trus ganti-ganti profile BBM. Buat apa ya dipikir-pikir? Biar apa ya. Hahaha.... Ga jelas buat apa, ya alay aja. Ikut2an orang pada eksis. Tapi setelah semakin dewasa sekarang (hahayyy) jadinya malu kalo gitu-gituan. Maklumlah udah tua renta sekarang. Alangkah lebih baik banyak menginspirasi orang melalui hal-hal baik daripada sekedar pamer foto selfie yang tanpa tujuan kecuali lagi di endorse jadi model iklan pemutih wajah atau pembesar payudara. Hahaha.... Ups atau jangan-jangan melalui foto selfie itu bisa menginspirasi orang lain??? Hanya Tuhan yang tau. Mungkin saya yang harus lebih positif thinking dan ga mengganggu kesenengan orang lain. Ikut bahagia ajaaaaa...... ikut seneng. seneng liat orang lain seneng. Toh ga ngeganggu ini.
Yang pasti. Kalo kata quote kekinian "Jangan lupa bahagia!" Kalo quote versi saya : "Jangan pura-pura bahagia." Bahagia itu harus beneran bukan cuma untuk dipamerin di sosmed...!!! Bahagia yang sejati itu bukan bergantung pada apa yang kita miliki, melainkan dari hati yang bersyukur atas apa yang Tuhan beri.

Have a nice day everyone!
Jangan pura-pura bahagia yaaaa.......

Kamis, 12 Januari 2017

Kusut

Kusut itu semacam benang yang terurai dari gulungannya terus saling membelit dan akhirnya susah buat dilurusin. Yah gitulah kira-kira.
Semua yang kusut emang bikin kesel. Kabel earphone kusut aja bikin sebel, apalagi kalo pikiran yang lagi kusut.

Kusut kenapa sih yey? (kepo ya? hehe)
Ya gitulah.
Kusut ga jelas. Kaya gamang-gamang gimana gitu. Hahaha...
Mungkin hati ini butuh pantai atau gunung atau pantai dengan pemandangan gunung.
hiks...

Heu... setelah tiba-tiba kena cacar yang ga jelas datengnya dari mana, akhirnya harus pasrah cuti angus dan ga bisa dipake buat holiday ya sudahlah... Mau gimana lagi....

Jadinya kusut aja...
Kebayangnya awal taun masuk kantor dengan kulit kebakar matahari dengan pikiran penuh memori tentang alam bawah laut, matahari sore, dan ombak pantai. Ah kusut deh jadinya.... :(  Tapi syukurlah kekusutan itu terurai dengan kehadiran si dompet fossil hahaha....

Yah begitulah kehidupan, seringkali harapan ga sesuai kenyataan. Rencana tinggal rencana tapi takdir juga yang menentukan.

Banyak rencana yang akhirnya hanya bisa di-RELA-isasikan karena ga bisa direalisasikan karena keadaan. Tapi ya percaya saja semua akan mendatangkan kebaikan. Selalu ada hikmah dari setiap kejadian, bagi yang terburuk sekalipun.

Pagi tadi seorang teman bercerita, dia baru saja melewati hari buruk dalam hidupnya. Saat tiba-tiba pacarnya hamil dan tidak ada pilihan lain selain menikah. Padahal saat itu load pekerjaan sedang tinggi, keluarganya tidak setuju, ibunya kecewa, dan pilihan untuk menikah seperti sebuah kesalahan yang bisa jadi menghambat karirnya yang sedang menanjak.
Tapi saya apresiasi pilihannya. Setidaknya dia melakukan satu tindakan benar dari serangkaian tidak benar yang sebelumnya dia lakukan. Ah sudahlah... Semua hari buruk akan berlalu, sama seperti badai yang pasti berlalu. Hanya melaluinya saja yang tidak mudah. Tapi yang pasti semuanya akan berlalu. Kandungan istrinya saat ini sudah memasuki enam bulan, ikut bahagia melihatnya begitu antusias menanti kelahiran sang buah hati. Semoga selalu dalam keadaan sehat ya.

Beberapa waktu yang lalu saya baca berita (biasa detik.com) tentang bayi yang dibuang didaerah leuwi liang bogor. Bayi tersebut ditemukan seorang warga yang akhirnya membawa bayi tersebut ke kantor polisi. Itu pasti hari terburuk dalam hidup si ibu yang sudah berjuang mengandung selama sembilan bulan, melahirkan dan pada akhirnya harus "membuang" bayi tersebut. Entah apapun alasannya (bisa jadi karena korban perkosaan, bisa jadi pacarnya ga mau tanggungjawab, bisa jadi udah kebanyakan anak, pokonya apapunlah alasannya), saya membayangkan pasti itu hari yang buruk banget, pasti kusut banget pikiran si ibu sampai keputusan bodoh pun akhirnya dia lakukan.

Sama seperti kita (saya tepatnya) yang suka ga sabar membereskan benang kusut. Saya memilih untuk menggunting dan membuang bagian yang kusut. Cara paling gampang untuk menyelesaikan semua kekusutan. Si ibu yang buang bayinya itu pikir mungkin itu cara termudah, maklum otaknya lagi kusut. Dia tidak terpikir bahwa apa yang dia lakukan bisa membahayakan nyawa si bayi, polisi pun dengan mudah bisa menemukan siibu dan si ibu harus berhadapan dengan hukum. Ah miris jadinya.

Saat sedang kusut, orang ga bisa lagi membedakan mana yang baik dan yang buruk. Ga heran banyak orang memilih narkoba, memilih ngerampok, memilih aborsi, bahkan memilih bunuh diri. Setiap orang memiliki masalahnya masing-masing, bersyukur kalo kita ga dikasih masalah berat dan ga harus menghadapi kekusutan se-sadis itu. Kusut karena masalah kerjaan atau karena batal liburan mah jangan sampai jadi masalah yang berlebihan.

Kusut ditinggalin pacar juga harusnya ga bikin jadi galau merana sampai sesek nafas. Iya kalo si mantan juga mikirin, lah dianya aja seneng-seneng sama kehidupan barunya, trus ngapain ditangisin?

Umur? ya kale muzdalifah aja bisa dapetin berondong masa lo ga bisa. Huahahaha.... Tenanglah pada waktunya juga kita akan dipertemukan dengan orang yang tepat di waktu yang tepat. Trus kalo belom ketemu juga? Ya mungkin caranya kurang tepat. :) sabar aja. Semua ada waktunya. Jangan sampai karena ditanya "kapan nikah" bikin pikiran jadi kusut. Jangan sampai juga pertanyaan orang "anak udah berapa" bikin hati jadi kusut. Yang terpenting jangan sampai kita ngebandingin hidup orang lain yang tampak lebih baik trus bikin hati dan pikiran kita jadi kusut.

Kehilangan seseorang juga pasti bikin hati kita kusut, apalagi kalo orangnya penting banget. Temen saya cerita, mereka baru pacaran beberapa bulan. Happy banget lah keliatannya, entah sih kalo dari si cowonya yang jelas si cewe ngerasa udah cocok bangetlah. Eh tau-tau si cowonya ngeboongin dia, entah gimanalah ceritanya pokoknya akhirnya si cowo ketauan pake duit cewenya. Abis itu sosmednya si cewe di unfriend sama si cowo, komunikasi susah, ketemu susah. Si cowo berubah banget apalagi sejak... ah udahlah pokonya mah kasian dan sedih banget dengernya. Sesuatu yang dulunya indah banget berubah drastis jadi kaya mimpi buruk buat mereka. Balik lagi ke awal, kenyataan seringkali ga seindah harapan. Mungkin si cewe berpikir bisa bahagia sama si cowo ini, tapi kenyataannya si cowonya gitu. Setelah itu boro-boro bahagia yang ada ya pasti jadinya ribut terus lah. Hubungan udah didasarin kebohongan dan rasa ga percaya mana mungkin bisa dijalani dengan baik. Mereka harus duduk bersama dan menyelesaikannya dengan baik kalau memang hubungannya masih dilanjutkan. Mungkin karena masih cinta, temen saya jadinya kusut banget. Sabar ya bu.... Saya doakan yang terbaik.

Kehilangan orang yang disayangin memang paling berat. Jangankan orang yang sudah mengisi hari-hari kita. kehilangan orang yang belum lahir dan baru disadari kehadirannya selama beberapa hari aja pasti berat banget. Heran kan kalo ada orang yang kepikiran buat ngegugurin bayinya sendiri, itu pasti pikirannya kusut banget sampe ga bisa dipake mikir. Mau nikmatin enaknya tapi ga mau nanggung resikonya. Pengecut banget.

well, jadi apa yang bikin kusut hari ini. Panjang bener ngebahas kasus kekusut-kusutan orang lain. Intinya saya cuma mau cerita gara-gara ber-eksperimen potong poni biar kekinian, rambut kok malah jadi kusut ga beraturan. Udah coba foto dengan berbagai posisi rasanya ga ada bagus-bagusnya. Yah mau gimana lagi, nikmatin aja sampai si poni panjang lagi.

Kemarin pas disalon kepikiran mau nge-cat rambut jadi coklat biar keliatan trendy masa kini (halah) tapi mengingat kegagalan hari ini, sudahlah biarpun ga trendy yang penting di sayang Tuhan.
Amin.

Bye-bye kusut 😆



Senin, 12 Desember 2016

Atasan juga manusia.

Jangan pernah bangga kalo jadi atasan, di pasar baru seratus ribu bisa dapet tiga.

Ini joke beneran banget deh.
Akhir-akhir ini lagi gemes sama orang yang sok punya kuasa karena jabatannya.
Ga di online ga di offline, banyak banget orang-orang begini bersliweran.
Dia pikir dia hebat dan bisa melakukan apa saja?
Dia pikir cuma dia yang berhak bahagia.
Dia pikir cuma dia yang berhak diperlakukan sebagai manusia.
Heran.

Dia manusia.
Dia pun manusia.
Mereka pun manusia.
Punya perasaan dan punya pikiran. SAMA!


Ya pada akhirnya gw ngerti sih kenapa banyak pribumi "membenci" etnis tertentu dan merasa dijajah oleh mereka. Ya karena ada oknum-oknum kaya begini.

Yang saya benci adalah orang yang seolah karena sudah menggaji karyawannya lantas dia merasa sudah membeli seluruh hidupnya.
Seolah semua waktu, pikiran, tenaga HANYA untuk dia yang sudah membayar.
Hello, ini mah balik lagi ke jaman perbudakan atuh.
Pantas saja mereka merasa dijajah.
Dan imbasnya orang-orang baik seperti AHOK yang tulus mau menjadi seorang pemimpin dianggapnya mau "menjajah" pribumi.
Kalo kata anak abg sekarang : kalo udah gini sayah bisa apah?

Iya bisa apa selain prihatin melihat orang yang terjajah di jaman kemerdekaan.
Trus mau coba-coba jadi pahlawan merebut kemerdekaan?
Jangan coba-coba deh, kecuali lo siap gugur di medan perang.
Kurang lebih gitulah ilustrasinya.

Ya ga usah ngapa-ngapain cepat ato lambat juga perusahaannya akan ancur sendiri tergerus kemajuan jaman.
Orang-orang didalamnya akan bekerja tanpa passion, tanpa semangat, tertekan, tidak produktif. Orang-orang bagus akan segera pergi sesaat setelah ada peluang baru di depan.
Orang-orang bijak akan terus mengambil ilmu sampai tiba waktunya peluang baru datang untuk orang-orang bijak menyusul orang-orang bagus.
Yang tersisa : orang-orang yang tanpa harapan dan hidup dalam penjajahan sambil menunggu ajal.
Lebay emang bahasanya, tapi kurang lebih gitulah.
pada akhirnya mereka menetap sampai perusahaan benar-benar menendang mereka.
Mudah saja, terlalu banyak kesalahan yang bisa dicari, kalo tidak ada uang pun bisa ikut mencarikan.

NO NO NO
Jangan hubungkan etnis dengan kepemimpinan. Jangan salah arti. Banyak orang-orang hebat dari etnis tertentu yang baik yang saya temui. 
Orang-orang hebat itu banyak menggoreskan ilmu dihidup saya.
Tapi tidak semua, jadi semuanya kembali kepada hati dan pikiran masing-masing orang.

Yang pasti leadership is action not position!

Lihat saja dari responnya, lihat saja dari keputusan-keputusannya.
Yang mana yang lebih dia utamakan His/Her atau It.

Apakah uang menjadi lebih berharga dari perasaan orang.

Apakah jumlah keuntungan perusahaan jauh lebih penting dari kehidupan manusia didalamnya.

Mudah saja ternyata untuk mengenal seorang PEMIMPIN.

Ah sudahlah.
Cuma bercerita aja, kesamaan nama, karakter dan kejadian hanyalah ketidaksengajaan semata. Jadi kalo ada yang baca yan ga usah baper.
Ambil yang baik, buang yang jelek.
Kalo ga ada yang baik ya ga usah dibaca, ga usah diinget-inget.
Toh ini hanya sebuah blog. Area pribadi saya yang saya persilahkan untuk dibaca bukan untuk dikritisi atau dijadikan dasar gugatan.
Saya menjamin tidak ada satupun yang melanggar undang-undang.

Sekarang,
Segera sajalah, bangun istana visimu.
Jangan pernah menggantungkan harapan pada apapun selain Tuhan.
Jangan takut.
Tuhan tidak tidur,
Lakukan yang baik dan benar, apapun yang terjadi Tuhan pasti membela kebaikan dan kebenaran, tanpa melihat apa agamamu dan apa jabatanmu.

Santai ajalah, kita ngopi cantik dulu aja.
Biarkan anjing-anjing menggonggong, anggap saja kita lagi tamasya di pet park.

Yang pasti mau atasan maupun bawahan sama-sama manusia yang tidak luput dari kesalahan, siapa yang lebih dulu merasa manusia marilah mendahului untuk memaafkan.

Love,
Fei

Senin, 14 November 2016

One Last Cry......

My shattered dreams and broken heart
Are mending on the shelf
I saw you holding hands
Standing close to someone else
Now I sit all alone
Wishing all my feelings was gone
I gave my best to you
Nothing for me to do
But have one last cry

[Chorus:]
One last cry
Before I leave it all behind
I gotta put you out of my mind this time
Stop living a lie
I guess I'm down to my last cry

Cry.....

I was here
You were there
Guess we never could agree
While the sun shines on you
I need some love to rain on me
Still I sit all alone
Wishing all my feelings was gone
Gotta get over you
Nothing for me to do
But have one last cry

[Chorus:]
One last cry
Before I leave it all behind
I gotta put you out of my mind
For the very last time 
Stop living a lie

[Bridge:]
I know I gotta be strong
Cause round me life goes on and on
And on ....
And on ....

[Chorus:]
One last cry
Before I leave it all behind
I gotta put you out of my mind
For the very last time 
Been living a lie

I guess I'm down,
I guess I'm down,
I guess I'm down...
I guess I'm down...
To my last cry...


#allthefeeling