Jumat, 27 September 2013

Fiction : Miss you like crazy




Aku rindu

Rindu sekali sampai tak tahu bagaimana cara mengungkapkannya. Sejam sudah berlalu dan aku masih belum menemukan kata-kata yang tepat untuk menerangkannya. Dunia terasa berhenti berputar, pikiranku terpaku pada kamu yang entah ada dimana. 

Aku rindu

Rindu sekali sampai rasanya hanya ingin diam menunggu waktu agar segera berlalu. Aku ingin kamu disini, memelukku, memberikanku kekuatan, membuatku tertawa, membuat jantungku berhenti sesaat dan kemudian membuatnya berdetak lebih keras dan lebih cepat. 

Aku rindu

Rindu sekali, lebih dari jumlah huruf yang aku ketik untuk membuat kisah tentangmu, lebih dari kata "aku rindu" yang pernah terucap, lebih dari jumlah pesan aku cinta yang pernah kukirim diponselmu, bahkan lebih dari semua tawa yang terurai saat kita bersama.

Aku rindu

Rindu sekali, lebih dari seorang petani yang merindukan hujan setelah kemarau panjang, lebih dari karyawan yang kehabisan uang tengah bulan dan berharap tanggal satu segera datang, bahkan lebih dari penjaga malam yang berharap akan hadirnya pagi.

Aku rindu

Rindu sekali, rindu setengah mati. Rindu melihat kamu yang sensi, rindu merasa dicintai, rindu mendengar suaramu lagi, rindu duduk disebelahmu, menyandarkan kepala dibahumu sambil terus bercerita tentang segala sesuatu yang indah.  

Aku rindu
Rindu sekali.
Kumohon segera kembali, agar aku bisa merasakan pelukanmu lagi..  
               
                  Miss You Like Crazy
                  Natalie Cole


         Even though it's been so long
My love for you keeps going strong
I remember the things that we used to do
A kiss in the rain 'til the sun shine through
I try to deny it but I'm still in love with you

CHORUS
I miss you like crazy, I miss you like crazy
Ever since you went away, every hour of every day
I miss you like crazy, I miss you like crazy
No matter what I say or do
There's just no getting over you
.
I can see the love shining in your eyes
And it comes as such a sweet surprise
If seeing's believing it's worth the wait
So hold me and tell me it's not too late
We're so good together, we're starting forever now

CHORUS (2)
I miss you like crazy, I miss you like crazy
Ever since you went away, every hour of every day
I miss you like crazy, I miss you baby
A love like ours will never end,
Just touch me and we're there again

Just one night
And we'll have that magic feeling like we used to do
Hold on tight
And whatever comes our way we're gonna make it through

If seeing's believing it's worth the wait
So hold me and tell me it's not too late
We're so good together, we're starting forever now

CHORUS (3)
And I miss you like crazy, I miss you like crazy
No matter what I say or do
There's just no getting over you
And I miss you, baby, I miss you, baby
All the chance of love you gave me
When a feeling get's this strong
You know the real thing comes along

And I miss you I miss you like crazy baby
Only your sweet love can save me
I miss you like crazy
A love like ours will never end
Just touch me and we're there again
Miss you like crazy, I miss you like crazy.

Kamis, 26 September 2013

Me : Friday

 

“Time goes by fast so be sure to spend plenty of time with your loved ones. ”

Wow udah jumat lagi....

Kenapa ya makin lama waktu tuh rasanya cepet banget berlalu. Bentar lagi udah gajian lagi, padahal gaji tahun lalu aja masih ada (struknya). Hahahahaha...

Gue pribadi bener-bener ngerasa waktu tuh serasa jadi dikit banget. Apalagi kalo kita lagi menghabiskan waktu dengan orang yang kita sayangin, entah gimana caranya tiba-tiba jarum detik rasanya berputar tiga kali lebih cepat dari biasanya. It's no wonder time they say, is the enemy of love. Kalo gue sih pengennya bisa punya remote control yang bisa nge-pause waktu, malem jangan berubah jadi siang. Jadi bisa tidur lebih lama lagi... hahahahaha....

Tiba-tiba keinget kejadian jumat lalu. Masih berhubungan dengan gue yang lagi kekurangan waktu di pagi hari, gue pake baju tanpa ngecek-ngecek kondisinya dulu. Nyokap gue beliin celana kaen sekitar dua bulanan yang lalu dan gue baru pernah pake satu kali, so harusnya sih itu celana dalam kondisi baik-baik aja. Gue juga ngga ngerasa ada yang salah waktu gue pake. Sampai akhirnya gue sadar ada sedikit robek di deket resleting depan, dan posisi gue saat itu udah jauh dari rumah dengan kondisi jalan yang super macet. D*mn! Pas nyetir sendiri, pas macet parah, pas celana bermasalah.

Tenang fei...tenang... gue berusaha menenangkan diri sendiri. Take your phone, choose camera fiture, then POSE! Hahahaha.... Cuma itu satu-satunya cara untuk mengurangi kebetean gue pagi itu. Tampak depan, tampak samping, tampak atas sambil monyongin bibir dikit (alay beuuttt...), pokonya mah segala gaya lah. Volume radio gue gedein dikit, supaya konsentrasi ngga terganggu sama mobil yang juga kejebak macet disebelah kiri dan kanan gue. Asli macetnya parah, ngga ada maju-majunya, so gue bener-bener punya waktu super banyak buat ngisi memory handphone gue pake foto-foto geje. Hahaha... Lumayan, setidaknya gue sedikit agak lupa dengan masalah celana yang robek.

Sedikit demi sedikit akhirnya ada kemajuan juga, walau dikitnya tuh dikit banget. Kagok deh gue lagi asik foto diri sendiri dengan berbagai ekspresi. Orang yang liat mungkin nyangka gue depresi akibat macet. Hahaha... Sempet lirik kiri kanan juga sih, disebelah kanan ada bapa-bapa umur 50an lah, lagi senyam senyum ngeliatin gue, mungkin dia pengen ikut diajakin foto bareng sama gue. Hahaha... Disebelah kiri ada mobil Avanza, gue coba perhatiin kaya gimana muka yang nyetirnya, agak gelap. Pas kebetulan dia buka kaca jendela buat beli koran dari pedagang asongan, setelah nerima koran dan bayar, gue liat dia nutup kaca sambil ketawa mesem-mesem, ngeliat kearah gue yang masih dengan cueknya berpose dengan bibir dimonyong-monyongin. Hahaha... What ever lah...

Sedikit maju lagi kedepan, ga sadar ternyata gue lagi diperhatiin sama sopir truk dan kernetnya. Mereka lagi ngeliat kearah gue sambil ketawa-ketawa. (geer banget ya?) Berasa lagi diomongin di ketawain. Huuuuuuh, biarin ajalah, ngga kenal ini. Hahaha... Waah udah mulai jalan nih walau PAMER PAHA (PAdat MERayap TanPA Harapan). Oke, Pose terakhir sebelum ngelepas kopling dan nginjek gas. Baru aja mau smile, eh sopir angkot sebelah treak-treak “neng maju neng, tong popotoan wae.” (Neng maju neng jangan foto-fotoan aja.” Bussseeeettt malu gueeeee.... itu kan didenger sama orang-orang termasuk semua penumpangnya. Pelan-pelan gue ambil kaca mata item, angkat dagu dikit, pasang tampang jaim dan innocent, kemudian langsung majuin mobil dengan cueknya. Hahahaha...

Finally nyampe kantor setelah hampir dua jam diperjalanan, tapi masalah celana belom juga beres. Stupid me, pas lagi makan siang, iseng gue narik benang yang menyembul (apa sih bahasanya ngga enak banget...hahahaha) dan bikin robekannya makin gede. Jiaaaahh... gimana dong? Untung udah makan, otak bisa berfungsi dengan baik. Untungnya lagi kantor gue deket factory outlet. Terjadilah emergency shopping (pinjem istilahnya bu Ann). Nyari rok ngga ada, akhirnya gue dapet celana jeans. Lumayanlah, dengan harga segitu dapet yang pas dan branded pula. Hahahaha... Lucky me. Setelah gue coba di Fitting room, OK sih tapi rasanya ada yang kurang, hmmm... kayanya lebih pas kalo Tanktopnya juga ganti, biar keliatan lebih casual (gue pake blazer lagi luarannya). Nah udah 'okesip' sekarang, siap untuk kembali ke kantor. Semoga ngga ada yang nyadar kok baju gue berubah. Hahahaha... Eh Betewe yang celananya ga robek kok pada belanja juga ya??? dasar buibu... susah liat barang bagus, sayang untuk dilewatkan. LoL

Yaaah... begitulah jumat lalu. Niru tag line-nya Hokben “selalu aja ada alasan untuk Beli baju baru”. Hahahaha... Nah sekarang udah jumat baru lagi, besok udah week end lagi, abis itu minggu yang baru lagi. Waktu cepet banget berlalu, pastikan kita melewatinya dengan orang-orang yang sangat kita cintai.

Love,
Fei 

Selasa, 24 September 2013

Fiction : Aku mencintaimu "lebih dari"

Aku mencintaimu lebih dari sebuah kata I LOVE YOU. Itulah alasan mengapa aku tidak pernah mengatakannya. Sulit untuk mengungkapkan perasaan ini. Tidak ada kata yang mampu memaknainya. Seandainya saja ada cara lain yang belum pernah tercipta untuk mengutarakan sebuah perasaan cinta, pasti akan aku lakukan. Kamu pasti tidak akan pernah mengerti sedalam apa perasaan ini.Aku bahkan tidak bisa memperkirakan kedalamannya. Aku berusaha menemukan batasannya, tapi sepertinya tak terbatas. Terhampar luas seperti berada ditengah lautan yang tak terlihat dimana ujungnya. Lebih besar dari apa yang bisa kamu pikirkan. Aku bahkan tidak bisa membayangkannya.

Aku mencintaimu lebih dari yang kamu tahu. Karena aku memang tidak tahu bagaimana cara untuk membuatmu tahu. Aku hanya bisa menggenggam tanganmu dengan jantung yang berdegup kencang tak beraturan, hanya itu cara untuk jujur kepadamu. Sedikitpun aku berharap genggaman itu tidak pernah terlepas. Aku ingin terus menikmati kehangatan yang mengalir dari telapak tanganmu. Aku suka saat jarimu menyentuh jariku. Sungguh aku tidak ingin melepaskannya, itu menenangkanku, kamu membuatku merasa tidak sendiri.

Aku mencintaimu lebih dari apa yang bisa kamu rasakan. Aku bahkan tidak tahu apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan. Aku ingin kamu bisa mengerti melalui tatapanku, tapi cinta ini terlalu besar, tatapan itu bahkan tidak mampu menjelaskannya. Aku ingin kamu bisa merasakannya melalui pelukanku, ah mungkin kamu tidak tahu arti pelukan itu. Saat aku memeluk lenganmu, itu berati aku ingin selalu didekatmu. Bahkan saat aku memelukmu dengan lebih erat, aku berharap kamu tidak pernah pergi meninggalkanku. Dan aku sangat menginginkan pelukanmu sebagai isyarat kamu juga merasakan hal yang sama dan kamu akan selalu mencintaiku, meski apapun.

Aku mencintaimu lebih dari sadarku. Aku mengingatmu setiap waktu bahkan saat aku bermimpi. Kamu membuatku hidup diluar imaji. Cinta ini membuatku gila, candu untuk selalu bersamamu, hanya bersama kamu. Penawarnya hanya kamu, menyandarkan kepalaku dibahumu, merasakan tanganmu membelai rambutku, menikmati sebuah kecupan kecil didahiku. Inikah surga? Kalau bukan mengapa semuanya terasa begitu indah? Aku ingin tetap disini dan tidak ingin pulang, kalaupun ini hanya mimpi, biarkan aku terus tidur dan hidup dalam mimpi yang indah ini.

Aku mencintaimu lebih dari sebuah cerita. Bahkan lebih dari sebuah kisah tentang putri kerajaan impian yang manis dan indah untuk dibaca. Aku berharap ini bukan sekedar sebuah cerita, bukan sebuah dongeng pengantar tidur, bukan sebuah intermezo juga bukan sebuah kenangan. Aku tidak mau menjadi tokoh sebuah cerita yang hanya bisa mengikuti alur cerita dan melakukan seperti apa yang tertulis dalam cerita. Aku ingin menjadi penulis cerita itu, membuat cerita-cerita baru yang indah, dan aku akan membuat ceritanya tidak akan pernah berakhir.


Senin, 23 September 2013

Me : A guilty man

"It is better to risk saving a guilty man than to condemn an innocent one."
Voltaire

Sebagai seorang lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran dengan IPK 3.74 (sombooong... Hahahahaha) gue ngerti banget arti kalimat ini. Jangan sampai deh kita menghukum orang yang sebenarnya ngga bersalah. Masih mending membebaskan orang yang bersalah daripada menghukum orang yang tidak bersalah. Kebayang ngga sih kalo lo ngga merasa melakukan kesalahan tapi lo yang kena hukuman. Rasanya pasti ngga enak banget, kalo bahasa gue sih mengerikan. Jangankan itu, lo salah dan lo dihukum lebih berat daripada hukuman yang seharusnya lo tanggung karena kesalahan lo, itu aja udah nyakitin. Apalagi kalo lo emang bener-bener ngga bersalah.

Sebagai seorang yang bekerja di dunia Human Capital, gue akan selalu berhubungan dengan orang, kinerja orang, prestasi orang sampai kesalahan orang. Semua keputusan yang gue ambil harus gue pikir bener-bener dan hati-hati, harus didukung oleh bukti dan fakta yang ada. Jangan sampai keputusan yang gue buat itu berdampak negatif terhadap orang yang bersangkutan, orang lain dan hal lain yang mungkin terjadi dimasa mendatang. (sepenting itukah??? Hahaha). Tapi bagaimanapun gue sangat mencintai pekerjaan gue, pekerjaan ini membuat gue mengerti arti kehidupan (halah...), gue jadi belajar untuk memahami orang lain, gue jadi belajar cara bertutur kata yang benar, gue belajar untuk stay cool dan tidak cepat bereaksi, pekerjaan ini membuat gue menjadi bijaksini (first step menuju bijaksana...hahaha) dan gue belajar untuk semakin bersyukur atas kehidupan yang Tuhan kasih.

Mungkin karena gue mencintai pekerjaan gue, makanya gue seringkali mendapatkan kemudahan untuk menjalankannya. (Buat yang pernah baca tulisan gue yang sebelum-sebelumnya, mungkin inget kisah tentang keajaiban-keajaiban yang selalu terjadi dalam hidup gue). Entah gimana caranya masalah serumit apapun pasti bisa terselesaikan. Kadang gue ngga ngerti apa yang udah gue omongin atau gue lakuin, gue masih berpikir itu bukan karena gue bisa, itu miracle, ada kuasa yang tidak terlihat yang selalu menolong gue dan menuntun gue apa yang harus gue lakukan. Sungguhan, kejadian-kejadian itu ngga bisa dibuat-buat, keajaiban itu hanya terjadi waktu gue bener-bener membutuhkan. Kalo ngga ya ngga bisa. Ngga bisalah gue berharap keajaiban yang menyelesaikan report-report yang harus gue kerjain, ngga bisa juga gue berharap keajaiban bisa bikin cicilan mobil gue tiba-tiba lunas. Hahahaha...

Balik lagi ke masalah bersalah dan tidak bersalah. Ada gitu orang yang bener-bener suci yang pada akhirnya membuat dia merasa berhak untuk menghukum orang yang bersalah. Apalagi kalo hukumannya jauh lebih berat dari apa yang seharusnya dia tanggung. Arogan banget orang kaya gitu. Dalam hal ini gue sama sekali tidak bermaksud condemn an innocent one. Tapi gimana ya, sebel aja gitu sama orang kaya gitu. Tanpa dia sadari pada akhirnya apa yang dia lakukan itu justru melahirkan perasaan bersalah didalam hatinya sendiri. Rasa bersalah itu akan terus berkembang menjadi sebuah kebencian, yang paling bahaya kalau kebencian itu sampai pada suatu titik benci kepada dirinya sendiri dan benci kepada Tuhan.

Voltaire pernah bilang (siapa itu Voltaire? Gue juga ngga tau...hahahaha)  "Every man is guilty of all the good he did not do." Kalo sesorang melakukan sesuatu yang ngga baik pasti dia akan merasa bersalah. dan William Shakespeare menambahkan "Suspicion always haunts the guilty mind." Ngga heran orang yang sebenernya merasa bersalah bawaannya jadi curigaan mulu. Emang sih itu bukan tulisan dari kitab suci yang bisa dipastikan kebenarannya. Tapi gue sependapat dengan kedua quotes itu. That's why gue selalu berhati-hati dan berusaha melakukan apa yang menurut gue benar dan tidak perlu merasa bersalah apabila pun hasil akhirnya tidak positive, toh gue sudah berusaha melakukan yang baik. Tidak perlu merasa bersalah kalo tidak merasa melakukan suatu kesalahan.

Nah, sekarang gue jadi bertanya-tanya gimana kalo seseorang sebenernya melakukan kesalahan tapi dia tidak merasa bahwa dia sudah melakukan kesalahan. Dia sama sekali tidak dihantui perasaan bersalah dan dia menikmati menjalani apa yang dia anggap "bukan suatu kesalahan"? Kalo gini ceritanya jadi siapa yang salah? hmmm... bingung juga ya?  Ngga tau ah ngga mau mikirin, mau tidur aja, daripada besok malah jadi ngerasa bersalah kalo ngantuk di kantor. :))

Have a nice sleep.
:)

“The way to happiness: Keep your heart free from hate, your mind from worry. Live simply, expect little, give much. Scatter sunshine, forget self, think of others. Try this for a week and you will be surprised.”



 

Sabtu, 21 September 2013

Me : Me Time


Sometimes you need to be alone. Not to be lonely, but to enjoy some free time just being yourself. :)

Buat gue me time itu penting banget. Bersyukur punya keluarga yang sangat menghargai "me time" gue. Mereka ngerti banget bahwa gue manusia biasa yang harus selalu di re-charge supaya bisa tetep semangat dan lebih menikmati hidup. Ya, menurut gue hidup itu harus dinikmati. Salah satu caranya ya dengan "me time" itu.

Banyak cara untuk menikmati "me time". Ngga harus selalu pergi ke suatu tempat dan mengasingkan diri. Gue pribadi kadang memang pergi ke suatu tempat sendirian, without my hubby or my Daughter. Biasanya ke tempat spa atau beauty saloon. Tapi ngga selalu gitu, kadang berkebun didepan rumah beberapa jam pun udah cukup bikin hati happy. 

Me time itu adalah waktu buat gue melakukan apa yang gue suka, yang effect-nya akan boost-ing mood gue dan bikin gue feel better. Itu sih descripsi menurut gue pribadi. Makanya walau cuman nulis cerita, dengerin CD instrument saxophone atau guitar accoustic  sambil baca novel, nonton korea tengah malam, berenang sendirian 20 kali bolak balik olympic size (wowww!!!), rekam suara sendiri nyanyiin lagu favorite sambil maen keyboard, itu udah cukup menjadi quality "me" time buat gue.

Minggu ini gue menghabiskan waktu buat menikmati secangkir coffee dan makan makanan favorite gue sambil baca novel dan sedikit "bercerita" di salah satu cafe favorite gue. Tempatnya yang sejuk, suasananya yang tenang, pas banget buat gue menikmati kesejukan kota ini. Masih terlalu pagi untuk orang makan siang, masih jam sebelas-an, jadi tempatnya juga masih sepi. Kebetulan hubby ada business meeting di cafe yang sama (tapi beda meja), Belle asik maen di playground yang letaknya persis si sebelah cafe (so no worries). Ngga lama-lama sih cuman sejam. Tapi cukup bikin gue happy banget.

Kaya tadi gue bilang, banyak cara untuk menikmati me time. Tapi kadang orang ngga tau, me time yang terbaik itu adalah saat bangun pagi, masih subuh, sepi dan kita berdiam diri untuk berdoa. Bener-bener sendiri, hanya kita dengan Sang Maha Kuasa. Mensyukuri setiap anugerah, mensyukuri berkat-Nya, mensyukuri nafas yang masih kita hirup sampai hari ini, mensyukuri kehadiran orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita dan mensyukuri sisa waktu yang ada.

Gue paling takut kalo sampe ngga bisa menikmati "me time" yang satu ini. Biasanya perasaan gue jadi tumpul dan hati galau ngga karuan. Disana gue menemukan kedamaian, disana gue menemukan jawaban, dan disanalah letak kekuatan gue. Emang sih masalah ngga akan langsung beres hanya dengan berdoa, tapi setidaknya itu step awal yang membawa kita pada jalan keluar. Hidup manusia itu seperti kereta api, harus berjalan di atas rel yang benar. Jangan berkeinginan untuk keluar dari rel, karena kereta tidak akan bisa melaju tanpa rel. Jangan juga coba-coba pindah rel, karena keretanya bisa jatuh, atau kalaupun berhasil pindah rel, jangan-jangan rel itu menuju suatu tempat yang salah. Percayalah Tuhan menyediakan rel yang terbaik untuk kita, tujuannya pun jelas tempat yang terindah dan termulia, kenapa kita seringkali tidak puas dengan rel kita dan meragukan tempat yang akan kita tuju? 

So, how is your "me time"?

Enjoy your life and be grateful of it!

Smile! :)


This is the way I'm enjoying my life :)
Write, Read, Coffee and POSE!!!

Fiction : Petang




Matahari mulai terbenam. 
Hatiku mulai terbenam

Langit mulai gelap
Hatiku mulai gelap


Hari sudah petang, matahari perlahan pergi. Langit mulai gelap dan rintik hujan seolah ingin menambah kesenduan hari. Hitam kelam menyelimuti hatiku. Tatapanku kosong dan pikiran tidak menentu. Kenapa waktu berlalu begitu cepat sehingga siang sudah berlalu dan yang tersisa hanya gelapnya malam? Matahari, kenapa kamu pergi dan meninggalkanku dalam kesunyian malam, tanpa bulan dan kelap kelip bintang? 

Berkali-kali aku mencoba menenangkan diri, meyakinkan hati bahwa matahari pasti terbit besok pagi. Wahai hati, tenanglah! Dia pasti datang, bahkan mungkin besok saat diri ini masih terlelap dia sudah hadir dengan sinarnya yang mampu menghangatkanku dari dinginnya malam. Ah tapi tetap saja aku sedih karena tidak mampu memilikinya, akan selalu tiba waktunya matahari pergi meninggalkanku untuk menyinari belahan bumi yang lain.

Matahari memang bukan milikku, dia hanya bisa hadir untuk mengisi siangku. Kehadirannya membuatku menikmati keindahan dunia, cahayanya membantuku untuk melihat, kehangatannya menenangkanku. Sayangnya dia selalu datang untuk pergi. 

Petang ini aku melepaskan kepergiannya, dengan perasaan yang tak mampu aku ungkapkan. Hari sudah senja, tapi sekilas cahayanya jatuh diwajahku, terakhir aku masih bisa merasakan sinarnya menyentuh kulitku. Tapi tiba-tiba saja dia pergi, langit berubah menjadi gelap. Aku hanya bisa terdiam, dan larut dalam sepi. 

Malam ini dingin sekali, aku merindukannya. Aku berharap waktu segera berlalu dan mentari segera terbit di ufuk sana. Aku masih terduduk disini sambil menatap ke langit, semoga saja tatapan ini membuat bumi berputar lebih cepat, dan pagi segera datang.

Aku merasa bodoh, berharap memiliki matahari. Aku benci merasa memiliki sesuatu yang sebenarnya tidak akan pernah mungkin untuk kumiliki. Kalaulah bisa, ingin rasanya aku yang pergi meninggalkan matahari dan tidak pernah melihatnya lagi. Menjadi vampire yang selalu bermusuhan dengan matahari dan mati karena matahari. Ah terlalu mengerikan, semoga saja itu tidak pernah terjadi, semoga aku tidak akan pernah menjadi vampire dan dia tidak akan pernah menganggapku vampire. 

Matahari memang pasti kembali, tapi untuk menjalankan tugasnya menyinari dunia, bukan hanya menerangi hariku. Aku tidak boleh terjebak dalam perasaan ini. Jangan bermimpi untuk memiliki matahari. Tapi apakah saat matahari terbenam, ada orang lain yang merasakan perasaan yang sama seperti yang aku rasakan? Rasanya hanya aku manusia yang terjaga sepanjang malam dan berharap menjadi orang pertama yang melihat sang surya terbit.

Matahari akan bersinar lagi besok, tapi dia juga akan terbenam lagi...
Haruskah aku merasakan sedih yang sama ketika sore kembali?
Haruskah aku merasakan sepi tatkala matahari sembunyi?
Haruskah cakrawalaku muram setiap kali matahari pergi
Haruskah aku menjadi manusia aneh yang ketakutan matahari tidak akan bersinar lagi?

Atau haruskah aku mengabaikan matahari, membiarkannya datang dan pergi, menjadikannya sebagai suatu hal yang biasa, tidak menganggapnya sebagai suatu hal yang berarti dan tidak perlu merasakan duka ini lagi?

Biarlah aku mencari jawabnya, sambil menikmati keheningan malam ini sebelum matahari terbit kembali.

#Now Playing

"Where are you now?"
Mumford & Sons

It came to the end it seems you had heard
As we walked the city streets
You never said a word

When we finally sat down
Your eyes were full of spite
I was desperate, I was weak
I could not put up a fight

But where are you now?
Where are you now?
Do you ever think of me
In the quiet, in the crowd?

You were strangely less in pain
Than you were cold.
Triumphant in your mind
Of the logic that you hold

You said no one would ever know
The love that we had shared.
As I took my leave to go
It was clear you didn't care

Where are you now?
Where are you now?
Do you ever think of me
In the quiet, in the crowd?

Where are you now?
Where are you now?
Do you ever think of me
In the quiet, in the crowd?

And I hear of your coming
And your going in the town
I hear stories of your smile
I hear stories of your frown

And the darkness can descend
We can relish all the pain
But I know that's what you love
Cause you know I love the same

But where are you now?
Where are you now?
Do you ever think of me
In the quiet, in the crowd?

Oh, where are you now?
Where are you now?
Do you ever think of me
In the quiet, in the crowd?

But where are you now?
Where are you now?
Do you ever think of me
In the quiet, in the crowd?

Where are you now?
Where are you now?
Do you ever think of me
In the quiet, in the crowd?






Jumat, 20 September 2013

Me : Mirip


Pertama kali kerja di kantor lama, ampir semua orang bilang gue mirip Martha. Entah siapa itu Martha (pikir gue) tapi sekarang sih udah kenalan langsung sama orangnya. Waktu gue masuk, kebetulan pas dia keluar. Banyak yang kira gue adiknya Martha. Ah sudahlah, untung orangnya cantik jadi gue sih seneng-seneng aja dimirip-miripin, kasian dianya kali ya... Hahaha... Masuk ke kantor yang sekarang juga sama tetep aja dimirip-miripin, ada yang bilang mirip I*** ada yang bilang mirip N***, dulu sih ngga tau mereka siapa, kalo sekarang udah tau dan suerrr ngga ngerasa mirip, lagi-lagi menurut gue mereka lebih cantik. (merendah diatas gunung...LoL :p)

Ini Ka Martha yang katanya mirip... Cantik ya?

 Kalo dibilang mirip sama kaka gue, ya wajarlah ya. Tapi kalo suatu waktu ada yang bilang lo mirip sama artis. wiiih sesuatu banget... Pengennya sih dimiripin sama Luna Maya (sejauh ini cuman om Denny yang berbaik hati bilang gue mirip Luna Maya...Hahaha... Thanks Om). Tapi kenyataannya gue dimiripin sama Nikita Mirzani. Dulu banget deh waktu awal-awal nongol, sebelum dia idungnya di operasi. Ada temen gue bilang Fei sumpah loe mirip banget sama si Nikita Mirzani. Siapa itu teh? Maklum agak ngga apdet kalo soal perartisan. Tapi jadi kepo juga dan ngebanding-bandingin muka sama si Nikita (sok kenal bgt...). Hmmm... ngga tau tuh miripnya sebelah mana. Bodynya apalagi, hiks...bikin minder aja... :'(

Apa yg mirip??? Hahahaha

Pernyataan itu ternyata ditegaskan lagi, pas lagi makan siang di kantor, ada temen gue nyeletuk "Fei itu mirip pisan sama kamu..." sambil nunjuk ke arah TV yang lagi siaran infotainment. "Masaaaa????" sambil terheran-heran langsung melototin TV. Hahahaha... bisa aja... tapi maksudnya mirip mukanya kan bukan kelakuannya??? Syukur deh, kalo diliat-liat sih cantik juga si Nikita cuman kelakuannya aja yang minus. Ya syukur juga deh dimiripinnya sama yang cantik-cantik, semoga jadi cantik beneran... LoL... 

Cantik ya?

Lama setelah kejadian itu, suatu hari gue lagi buka detik.com dirumah. Muncullah wajahnya si Nikita Mirzani sama si Dewi persik. Laptop gue tinggal sebentar buat ngambil aer minum dengan layar masih muka si dua artis itu. Tau-tau anak gue yang waktu itu masih umur tiga tahun nanya dengan spontan "Mommy itu foto sama siapa? itu waktu mommy dimana?" Hahhhh????? Sampe anak gue secara ngga langsung bilang gue mirip Nikita Mirzani. Kebetulan aja kali angle-nya pas, jauhlah dia mah cantik kemana-mana...(beneran ini mah mindernya) ngga berani songong deh buat urusan beginian, sadar diri...suerrr... Tapi sejak itu gue ngga berani menghujat Nikita Mirzani loh se-minus apapun kelakuannya. Hahaha.... Kata gue mah tetep aja cantik... Mungkin kalo gue udah operasi idung bisa jadi lebih mirip...Hahahaha....
Mommy Foto bareng Dewi Persik (Kata Belle)

Ngomong soal permiripan, Bete ngga sih kalo ada orang suka sama kita cuman karena mirip doang. Berarti kalo udah ngga mirip bisa jadi ngga suka lagi dong. Iya ngga? Semirip-miripnya mantan gue sama Ariel, gue suka dia bukan karena mirip Ariel (Noah) tapi ya karena dia aja. Wkwkwkk... (ngaku-ngaku punya mantan mirip Ariel...) Hahahahahaha.... Ah tapi kalo kata gue sih, semirip-miripnya orang bukan jadi suatu kepastian buat kita jadi suka sama orang itu, walaupun emang mungkin juga terjadi.  Kebayang ngga kalo ada orang nih cakepnya kaya Christian Ronaldo tapi ngomongnya ngga nyambung, norak, rese, mau gitu suka sama orang kaya gitu? Ngga kan? (Mau aja sih yang penting cakep... hahahaha).

Dengan tingkat ke-chubby-an dan pose kaya gini, gw akui agak mirip dengan ART tetangga... :'(

Jadi intinya apa sih? Intinya ya ngga apa-apa kalo mau mirip-miripin gue sama siapapun yang penting agak cakepan lah... :p Kali aja gue kecipratan aura cakepnya dikit. Kan dikit-dikit lama-lama jadi bukit. #loh??? Ya gitu deh. udah gitu kalo kata gue sih, janganlah suka sama orang kalo cuma karena mirip. Ntar kalo udah ngga mirip gimana coba? Buat awalnya doang sih it's Ok, mungkin itu yang bikin kita excited sama orang itu, tapi kalo buat seterusnya sih mendingan jangan. Ga lucu kan kalo ditanya "kenapa sih lo sayang sama dia?" ya soalnya dia mirip mantan gue. Hmmm... Kasian amat ya tu orang... Seolah-olah dia disayangin hanya karena kebetulan aja mirip, sebenernya sih biasa aja cuman ya gitu lah dia mengingatkan gue sama mantan yang sangat gue sayangin. nah poinnya berarti loe bukan sayang dia, tapi sayang mantan lo. bener ngga? Kalo kata gue sih pasti bakal lebih enak kalo jawabannya : "Soalnya dia ..............................." silahkan isi sendiri sesuai keinginan hati. Hahaha...

Smile!
Nikita Mirzani KW 1 Mangga 2      \(*___*)/